Text
Manajemen koperasi : pasca UU no. 25 tahun 1992
1. Beberapa pengertian dasar 1.1. Pengertian manajemen 1.2. Pengertian koperasi 1.3. Pengertian manajemen koperasi2. Karakteristik organisasi koperasi 2.1. Unsur-unsur organisasi koperasi 2.2. Struktur internal organisasi koperasi 2.3. Struktur eksternal organisasi koperasi3. Sekilas perbandingan BUMN, BUMS, dan koperasi 3.1. BUMN 3.2. BUMS 3.3. Badan usaha koperasi4. Perkembangan koperasi di Indonesia 4.1. Koperasi di Indonesia sebelum merdeka 4.2. Koperasi di Indonesia setelah merdeka 4.3. Koperasi Indonesia pada zaman orde baru 4.4. Pembangunan koperasi Indonesia 4.5. Kunci pembangunan koperasi5. Fungsi manajemen umum 5.1. Fungsi perencanaan 5.2. Fungsi pengorganisasian 5.3. Fungsi pengarahan 5.4. Fungsi koordinasi 5.5. Fungsi pengawasan6. Fungsi manajemen terpadu 6.1. Manajemen koperasi tradisional 6.2. Manajemen koperasi modern 6.3. Pendekatan sistem P4 6.4. Manajemen pemasaran koperasi 7.1. Pengertian umum pemasaran 7.2. Tiga pendekatan pemasaran 7.3. Koperasi sebagai lembaga pemasaran 7.4. Kelemahan pemasaran koperasi 7.5. Efisiensi pemasaran 7.6. Operasional pemasaran bagi koperasi8. Manajemen pembelanjaan koperasi 8.1. Pembelanjaan internal koperasi 8.2. Modal sendiri koperasi 8.3. Pembelanjaan eksternal koperasi 8.4. Modal asing pada koperasi 8.5. Cara mengatasi permodalan koperasi9. Manajemen sumber daya manusia 9.1. Anggota koperasi 9.2. Karyawan koperasi 9.3. Manajer koperasi 9.4. Pengurus koperasi 9.5. Pengawas (BP) 9.6. Badan pembinaan dan dewan penasehat 9.7. Koperasi sekunder, Kankop, Dekopin 9.8. Peranan pendidikan perkoperasian10. Manajemen pengadaan 10.1. Pentingnya pengadaan 10.2. Pemilihan asal, jenis, dan jumlah barang 10.3. Pengendalian persediaan 10.4. Pembelian paling ekonomis 10.5. Pengawasan persediaan 11. Kepemimpinan dalam koperasi 11.1. Tipe kepemimpinan 11.2. Kepemimpinan kooperatif 11.3. Pengambilan keputusan 11.4. Pendekatan dan gaya kepemimpinan 11.5. Pengambi;lan keputusan pada koperasi 12. Manajemen Tri Partite 12.1. Anggota 12.2. Pengurus 12.3. Pengelola 13. Manajemen koperasi dan pembangunan pedesaan 13.1. Alasan diselenggarakannya pembangunan pedesaan 13.2. Mengapa pilihannya jatuh pada lembaga koperasi 13.3. Manajemen KUD dalam pembangunan pedesaan 13.4. Mengatasi kemiskinan dengan berkoperasi 14. Manajemen komunikasi 14.1. Pengertian 14.2. Jenis komunikasi 14.3. Media komunikasi 14.4. Komunikasi dalam perkoperasian 14.5. Komunikasi itu unik 14.6. Komunikasi yang efektif 14.7. Model komunikasi 14.8. Faktor yang diperlukan dan faktor penghambatnya 14.9. Lima K dan dua M dalam komunikasi 14.10. Peranan pengurus dalam koperasi
Tidak tersedia versi lain